Minggu, 29 September 2013

Hatiku gembira, riang tak terkira... lalalalala

Diposting oleh Suci Mine di Minggu, September 29, 2013 12 komentar Link ke posting ini

Gambar dari sini
Alhamdulillah…
Alhamdulillah…
Alhamdulillah…
Perasaanku jadi campur aduk. Mau senang karena akhirnya yudisium juga atau karena sekarang sudah berganti status jadi pengangguran :(
saat yudisium

setelah yudisium.. how happy ^_^
Pokoknya aku bersyukur, satu babak sudah berakhir, dan terlewati dengan baik. Tapi setiap “akhir” dari sesuatu merupakan “awal” dari sesuatu yang baru. Ready or not, I’ll have to face it…

sama bu Novita, penguji I, mungkin karena lagi hamil dia jadi baik banget pas menguji.
Saya doakan semoga anaknya lahir dengan selamat, tidak ada cacat sedikit pun. Aamiin
 

Well, yang di samping kanan itu, namanya Pak Kamarullah, dia sudah seperti paman bagiku walaupun tidak memiliki hubungan darah dengan keluargaku. Sebenarnya yang menjadi sekertaris saat aku ujian meja adalah Pak Usman, tapi sepertinya ia sibuk, jadi Pak Kamarullah yang menawarkan menjadi sekertaris. Nggak pernah kebayang, orang yang dulu sering menculikku dan mengajakku jalan-jalan ke Pantai Losari sekarang menyaksikanku sidang.
Kalau mau dibandingkan, sepertinya lebih heboh pada saat proposal, kedua pengujiku seperti menyerangku habis-habisan, membuatku harus memasang baju anti-peluru supaya judulku bisa terus dilanjutkan. Eeaaa…
Salah satu temanku pernah bilang, lebih baik berdua (di kampusku masih mengizinkan skripsi dengan partner, maksimal dua orang) daripada sendirian. Dia bilang, kalau berdua ada yang menemani repot bareng-bareng, nunggu pembimbing bareng, semuanya bareng, beda kalau sendirian, lebih repot. Tapi saya tetap memutuskan sendirian dan tidak memilih partner skripsi, walaupun banyak banget yang antri pengen aku jadi partner skripsi mereka. Lalalalalala…
Bukan apanya sih, menurut pengalaman, rata-rata yang partneran dan memiliki andil lebih besar terhadap skripsi mereka justru menjelek-jelekkan partner skripsi mereka. Selalu saja ada cerita-cerita belakang, dan aku tidak menyukainya. Well, aku tidak menjelek-jelekkan orang di belakangnya karena aku juga tidak mau dibegitukan. Mengerti kan perasaanku, iya kan, iya dong…
Dan alasan lain orang yang pengen partneran adalah supaya bisa patungan beli skripsi. Cape deh… Dari awal aku memang berniat untuk membuat sendiri skripsiku, tanpa bayar ini-itu walaupun sering bertanya ini-itu. Sebenarnya ini lebih cape’ hehehe…
Tapi segala rasa lelah, letih, lesu, lemah, lunglay, dan lebay itu terbayar ketika Bu Novita mengumumkan skripsiku dapat A. Alhamdulillah ^_^ 
Aku pernah berniat, kalau aku sudah sidang, aku akan membeli novelnya Tante Annesya, Maya Maia, sebagai hadiah buat diriku sendiri karena berhasil melalui semua tahap melelahkan untuk jadi sarjana itu. Tapi nggak jadi, karena Tante yang seksi satu itu ditemani dua karibnya – Tante Jiah dan Tante Renny yang juga tak kalah seksi yang memberikannya… bahkan lebih bagus, ada tanda tangan plus cap bibir, dan kata mutiaranya gitu ^_^ Really unforgettable gift *kedip-kedip*
Yuuuuhuuu… yay… yay… aku terpilih sebagai salah satu pemenang giveaway-nya kaka Annesya… nggak nyangka juga sih, padahal banyak banget rintangan yang merintang saat mengikuti giveaway itu, pake acara akun suspended pula… fiuuhh -_-
Btw, paketnya sudah datang… tadaaa
outside
inside
Makasih ya kaka Annesya, kaka Jiah, Kaka Renny, kalian sekseh sekalee :*
Well, apa yang terjadi hari ini adalah karena doa, usaha dan dukungan orang-orang yang sayang padaku… nggak tahu gimana balasnya, kasih kecup aja ya... uummmaaacchhh
Jadi sarjana itu menyenangkan, walaupun susah menjalaninya ^_^

Minggu, 15 September 2013

Pengen Baca Maya-Maia, Mamaa

Diposting oleh Suci Mine di Minggu, September 15, 2013 13 komentar Link ke posting ini
gambar dari sini

Sebenarnya aku sedang galau tingkat dewa. Di tengah-tengah proses pengerjaan skripsi, Mbak Annesya, iya Annesya yang itu, yang seksi itu, ngadain giveaway mau bagi-bagi novel terbarunya, Maya Maia, novel yang pengen aku beli sebagai hadiah buat diriku sendiri kalau berhasil menyelesaikan skripsi, di-acc pembimbing, lalu ujian meja. 

Galau antara mau nulis alasan aku pengen baca novel Maya Maia atau ngerjain skripsi yang direvisi mulu sama pembimbing.

Galau antara mau beli novel Maya Maia dengan resiko mengeluarkan kartu kredit *ciah… gayanya* atau ikutan giveaway ini dengan keuntungan kalau menang dapat novelnya gratis plus tanda tangan penulisnya. 
Juga galau karena aku nggak punya akun twitter dan kalau mau ikut harus bikin akun twitter yang katanya mbak Nes hanya memakan waktu lima menitan, tapi berhubung koneksi modem aku slow motion, mungkin bisa sampai lima jam-an yang berarti mengurangi waktuku untuk mengerjakan revisi skripsi dan memperbaiki source code program Android yang kubuat. 

Kalau mau ditelaah lebih dalam, waktuku sangatlah sempit bahkan tidur pun tidak sempat, tapi aku akan merasa rugi kalau tidak ikutan giveaway ini karena aku pengen banget baca novel Maya Maia, novel yang kunanti-nantikan rilisnya. Apalagi penulisnya salah satu penulis idolaku, yang cara menulisnya membuat candu. 

Ketika Mbak Nes selesai menulis X di blognya, “rasa” dari cerita fiksi itu masih membekas, aku bahkan masih termenung-menung lama memandangi halaman terakhir X. Dan aku ingin merasakan “rasa yang membekas” itu juga saat membaca Maya Maia.

Itu sih alasan terbesar kenapa aku pengen pake banget baca Maya Maia, selain dari covernya yang biru-putih, warna kesukaan aku, sehingga membuatku merasa bahwa novel itu diterbitkan khusus untuk aku *jiaahh*. Dari tagline-nya, karena aku bukan termasuk orang yang percaya dengan kebetulan. Juga karena aku lagi bokek berat ngeprint skripsi yang direvisi mulu, direvisi lagi, direvisi terus. Hehehe ^_^

Dan untuk alasan itu, aku akan membuat akun twitter, menyisihkan beberapa menit waktuku menjauhi penatnya ngerjain skripsi (dan ternyata akun itu langsung di-suspended, nggak tau juga kenapa bisa *fiuh*), dan berharap bisa meramaikan giveaway ini, syukur-syukur bisa menang.
gambar dari sini

Kan kalau aku menang, aku bisa memberikan hadiah yang lebih w.o.w bagi diriku sendiri di seventeen my age now karena novel yang pengen aku beli untuk me-refresh otak dari hal-hal yang membuat kontroversi hati karena pembimbing yang melakukan konspirasi revisi skripsi bisa kudapatkan gratis plus ditandatangani sama mbak Nes langsung sehingga labil ekonomi yang kujalani akhir-akhir ini tidak mempersuram kehidupanku di masa mendatang. 

Tulisan di atas kesannya lebay gimana gitu yak... ya sudahlah, emang judulnya pengen menarik belas kasih para juri buat menangin akyu. hehehe... Mbak Nes, maaf ya, salah satu peserta giveaway-mu ini emang lagi galau. Sukses buat novelnya^_^

Mau sarjana itu menyenangkan, tapi susah dijalanin... *curcol*
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Me and Mine Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea