Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diary. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Oktober 2013

While and After Graduation

Diposting oleh Suci Mine di Sabtu, Oktober 26, 2013 21 komentar


Ya, status aku berubah sekarang. Bukan lagi seorang mahasiswi, tapi calon istri. Wew ^_^
Alhamdulillah sudah diwisuda sabtu kemarin, telat banget updatenya, ini saja badan masih pegel-pegel, nggak tahu juga pengen nulis apaan yang bisa menggambarkan kegembiraan sekaligus ketakutan diriku. Lihat foto aja, gimana? Capcus…


With My Beloved Mom and Dad
 
With My Gals
Bareng Pak Jufri, pembimbing II yang baik dan energik itu
 


Gembira karena akhirnya dapat membuat sebuah akhir yang indah di salah satu bab perjalanan hidup saya yang sekaligus menjadi awal ketakutan saya untuk menempuh bab selanjutnya. Gelar yang diberikan di belakang nama saya kesannya aku jago banget komputer gitu, padahal cuma Rekayasa Perangkat Lunak doang itupun nggak seratus persen dikuasai, jaringan sama sistem cerdas masih rada remang-remang di kepala -_-
Mama menggelar syukuran selesai wisuda pas hari itu juga, jadi tidak bisa santai-santai dan harus melayani tamu-tamu, dan sekitar jam sepuluh malam langsung go ke Malino (Mungkin seumpama puncak bagi orang Jakarta) untuk menghadiri pengkaderan Pendidikan Tiga Pilar (PETIR) XIII Technic Study Club.

Padahal belum tidur tapi tetap semangat foto-foto



 Wew, belum cukup satu hari jadi sarjana langsung ambil bagian di pos IKATSC (Ikatan Alumni TSC). Hehehehe… melancarkan serangan yang seharusnya dilakukan oleh IKATSC agar calon anggota baru yang pengen berorganisasi di TSC nggak manja dan tahan mental. Dan hasilnya, badanku semakin pegal dan suara menghilang. Nggak tahu kenapa, tapi aku sudah berusaha jadi ibu peri malam eh subuh itu.
Pokoknya, menyenangkan, melelahkan dan menakutkan. Apa ada seseorang yang mengerti rasa takut yang kualami sekarang? Rasa takut yang tidak jelas tapi mencekam. Yaelah…
Berakhir jadi Mahasiswi itu menyenangkan, tapi susah dijalanin ^_^

Minggu, 29 September 2013

Hatiku gembira, riang tak terkira... lalalalala

Diposting oleh Suci Mine di Minggu, September 29, 2013 12 komentar

Gambar dari sini
Alhamdulillah…
Alhamdulillah…
Alhamdulillah…
Perasaanku jadi campur aduk. Mau senang karena akhirnya yudisium juga atau karena sekarang sudah berganti status jadi pengangguran :(
saat yudisium

setelah yudisium.. how happy ^_^
Pokoknya aku bersyukur, satu babak sudah berakhir, dan terlewati dengan baik. Tapi setiap “akhir” dari sesuatu merupakan “awal” dari sesuatu yang baru. Ready or not, I’ll have to face it…

sama bu Novita, penguji I, mungkin karena lagi hamil dia jadi baik banget pas menguji.
Saya doakan semoga anaknya lahir dengan selamat, tidak ada cacat sedikit pun. Aamiin
 

Well, yang di samping kanan itu, namanya Pak Kamarullah, dia sudah seperti paman bagiku walaupun tidak memiliki hubungan darah dengan keluargaku. Sebenarnya yang menjadi sekertaris saat aku ujian meja adalah Pak Usman, tapi sepertinya ia sibuk, jadi Pak Kamarullah yang menawarkan menjadi sekertaris. Nggak pernah kebayang, orang yang dulu sering menculikku dan mengajakku jalan-jalan ke Pantai Losari sekarang menyaksikanku sidang.
Kalau mau dibandingkan, sepertinya lebih heboh pada saat proposal, kedua pengujiku seperti menyerangku habis-habisan, membuatku harus memasang baju anti-peluru supaya judulku bisa terus dilanjutkan. Eeaaa…
Salah satu temanku pernah bilang, lebih baik berdua (di kampusku masih mengizinkan skripsi dengan partner, maksimal dua orang) daripada sendirian. Dia bilang, kalau berdua ada yang menemani repot bareng-bareng, nunggu pembimbing bareng, semuanya bareng, beda kalau sendirian, lebih repot. Tapi saya tetap memutuskan sendirian dan tidak memilih partner skripsi, walaupun banyak banget yang antri pengen aku jadi partner skripsi mereka. Lalalalalala…
Bukan apanya sih, menurut pengalaman, rata-rata yang partneran dan memiliki andil lebih besar terhadap skripsi mereka justru menjelek-jelekkan partner skripsi mereka. Selalu saja ada cerita-cerita belakang, dan aku tidak menyukainya. Well, aku tidak menjelek-jelekkan orang di belakangnya karena aku juga tidak mau dibegitukan. Mengerti kan perasaanku, iya kan, iya dong…
Dan alasan lain orang yang pengen partneran adalah supaya bisa patungan beli skripsi. Cape deh… Dari awal aku memang berniat untuk membuat sendiri skripsiku, tanpa bayar ini-itu walaupun sering bertanya ini-itu. Sebenarnya ini lebih cape’ hehehe…
Tapi segala rasa lelah, letih, lesu, lemah, lunglay, dan lebay itu terbayar ketika Bu Novita mengumumkan skripsiku dapat A. Alhamdulillah ^_^ 
Aku pernah berniat, kalau aku sudah sidang, aku akan membeli novelnya Tante Annesya, Maya Maia, sebagai hadiah buat diriku sendiri karena berhasil melalui semua tahap melelahkan untuk jadi sarjana itu. Tapi nggak jadi, karena Tante yang seksi satu itu ditemani dua karibnya – Tante Jiah dan Tante Renny yang juga tak kalah seksi yang memberikannya… bahkan lebih bagus, ada tanda tangan plus cap bibir, dan kata mutiaranya gitu ^_^ Really unforgettable gift *kedip-kedip*
Yuuuuhuuu… yay… yay… aku terpilih sebagai salah satu pemenang giveaway-nya kaka Annesya… nggak nyangka juga sih, padahal banyak banget rintangan yang merintang saat mengikuti giveaway itu, pake acara akun suspended pula… fiuuhh -_-
Btw, paketnya sudah datang… tadaaa
outside
inside
Makasih ya kaka Annesya, kaka Jiah, Kaka Renny, kalian sekseh sekalee :*
Well, apa yang terjadi hari ini adalah karena doa, usaha dan dukungan orang-orang yang sayang padaku… nggak tahu gimana balasnya, kasih kecup aja ya... uummmaaacchhh
Jadi sarjana itu menyenangkan, walaupun susah menjalaninya ^_^

Selasa, 02 Juli 2013

Sweet Revenge

Diposting oleh Suci Mine di Selasa, Juli 02, 2013 17 komentar
gambar dari sini

Di balik senyum manismu, kau memusuhiku, seakan semua hal baik yang terjadi padaku tidak membuatmu senang
Meski kau tidak bilang, aku tahu, Dear, jadi, berhentilah menutup-nutupinya
Akan kubalas semua hal keji yang kau lakukan padaku
Ketika kau kau menceritaiku di belakang tentang ketidakmampuanku, kubalas dengan membuatkanmu sebuah program komputer yang menjadi tugas besar di salah satu matakuliah kita
Ketika kau mencerca seminar proposalku –mengabaikan banyaknya peserta yang membludak di ruanganku dan tepuk tangan riuh rendah yang mengakhiri penjelasanku dan setiap argumen yang kulontarkan pada penguji yang bertanya tentang sistem yang akan kubuat, kubalas dengan memberikan dukungan kepada seminar proposalmu dengan memanggil beberapa temanku untuk ikut meramaikan
Jika menurutmu aku pendendam, yes I am, Dear...


Kamis, 27 Juni 2013

Relief, then Why I Can't Stop Crying...

Diposting oleh Suci Mine di Kamis, Juni 27, 2013 23 komentar

gambar dari sini


Aku kira gosip yang dibikin teman-teman UKM kita itu hanya bualan dan perkataan sambil lalu. Aku tidak terlalu memikirkannya walaupun terkadang gosip itu menghampiriku saat ku ingin tidur. 

Aku tidak mempercayai gosip itu, AR. Mengingat bagaimana sikapmu kepadaku. Kita sering SMS-an malam-malam, walaupun itu hanya sekedar SMS joke. 

“Have a nice dreams.” Pesanmu suatu malam.

“Ok. Sleep tight. Nggak usah dibalas!” SMSku waktu itu.

Tapi kamu tetap membalas SMSku dan kita SMSan terus. Aku masih ingat, jam paling larut kita saling SMSan itu jam 5 subuh, AR. 

Kamu sering menjahiliku, ya aku tahu, kamu juga sering menjahili orang lain, tapi tidak seintens kejahilanmu padaku. Kamu mengajariku main gitar, alat musik yang sangat ingin bisa kumainkan dengan lagu Fall For You-nya Secondhand Serenade.
Kamu ahlinya. Dan aku sangat senang dengan semua keakraban kita.

Tapi dari Sari aku mengetahui perasaanmu kepada teman pertama di UKM kita itu, AR. Sari membaca kotak masukmu yang tertuju untuk dia. 

“Kita kan sodara. Squad itu bersaudara.” SMS Riri di hapemu.

Dan di pesan terkirimmu tertulis, “Aku nggak mau jadi saudara Riri. Aku mau lebih dari saudara.”

Tahukah kamu, AR, aku mendengar cerita Sari sambil tersenyum dan menggumam, “Mungkin gosip itu benar.” Dan hatiku perih.

Aku juga tahu dari Sari kalau kamu pernah mengantar Riri pulang sampai di Gowa. Jarak basecamp dan Gowa itu sangat jauh, dan kamu mengantarnya pulang malam-malam. Kamu sangat khawatir ya padanya?

Aku iri, AR. Aku berpikir, seandainya aku tidak bawa motor kemana-mana, apa kamu juga akan mengantarku pulang? Mungkin tidak kalau Riri juga berada di sampingku. Kau pasti lebih memilih dia daripada menjahiliku, ya kan?

Aku berusaha menepis gosip itu dan membayangkan kau juga memiliki perasaan yang sama padaku, AR. Sungguh. Tapi aku tidak akan melakukan tingkah bodoh itu lagi. Terlebih saat Sari cerita bagaimana kau memohon-mohon padanya untuk menemanimu pergi bertamu di rumah Riri, padahal itu sudah larut, jam 10 malam adalah jam abnormal datang ke rumah orang hanya untuk menanyakan kabar.

“Mungkin AR kangen kali sama Riri,” jawabku. Sungguh aku berharap suaraku tidak terdengar getir. Ya, kamu pasti sangat merindukan Riri, AR.

Sari tidak tahu perasaanku padamu saat itu, AR. Dia menceritakannya karena aku, secara tidak kentara, berhasil mengorek informasi darinya yang sangat akrab denganmu tanpa harus curhat dan memberi tahu perasaanku yang sejujurnya kepadamu.

Aku selalu merasa ragu. Tapi setidaknya aku merasa lega, AR. Walaupun sampai di rumah aku langsung menangis karena rasaku bertepuk sebelah tangan. Tidak apa-apa, AR. Sungguh. Kita tetap bisa menjadi teman. Tapi jangan salahkan aku kalau kau sudah melewatkan seseorang yang betul-betul tulus.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Me and Mine Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea