Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Maret 2012

Nelangsa

Diposting oleh Suci Mine di Kamis, Maret 22, 2012 16 komentar
gambar dari sini

Hatiku nelangsa dalam alir samudera terkelam
Terbayang resah
Ku geram
Gertakan hanya mencekik kata
Sedang dia masih tertawa

Tergaris sebuah tanya pada palung pikirku
Namun jawabnya merantau kemudian terikat
Tak memberi gerak
Hanya menyudutkanku

Masihkah ada belenggu?
Sementara waktu hampir berlalu

Ingatkanku pada nelangsa ini
Membuatku tahu kau tak abadi

Minggu, 11 Maret 2012

aku koma...

Diposting oleh Suci Mine di Minggu, Maret 11, 2012 21 komentar

gambar dari sini

Engkau naik, melambung tinggi, merayapi angkasa dan meninggalkanku di bawah
Engkau berlayar, membelah samudera, mengarungi gejolak ombak dan meninggalkanku di dermaga
Engkau melangkah, melompati asa, berpijak di batu pualam dan meninggalkanku di belakang
Engkau mencuri, mengambil detak jantungku, menghilang sekejap mata dan meninggalkanku dalam koma.
Mencintaimu membuatku tak sadarkan diri.

Jumat, 24 Februari 2012

Samudera Hati

Diposting oleh Suci Mine di Jumat, Februari 24, 2012 12 komentar
gambar dari sini

Engkau ruby dalam ragu
Bersinar tatkala rindu berlabuh
Berharga ketika raga berpeluh

Engkau cahaya cakrawala yang menyingkap terik siang
Mengubur pahit di sudut malam
Membiarkan mentari mengindahkan bulan

Nasehat senja akan syair ternama
Menggores jingga dengan penuh cinta

Kasih,
Lihatlah buih laut disana
Rasakan langkah-langkah ombak
Tersimpan harap untuk setia
Hanya untuk sang tercinta

Sabtu, 04 Februari 2012

Ketidakpastian...

Diposting oleh Suci Mine di Sabtu, Februari 04, 2012 14 komentar
gambar dari sini

Saat ku terpaku menatap kekosongan
Ku terbuang antara pasti dan mustahil
Ku hanya bermunajab dalam hening di malam yang sunyi
Ku berontak pada suatu yang tak pantas ku jawab
Ketakpastian t’rus membayang dalam suramnya bayang-bayang
Ku mencari sesuatu yang tak hilang
Ku berenang, pada sungai dalam alirannya
Dan ketakpastian penyebabnya

Aku ingin kau tau
Kau perapian bagiku
Letakkan baramu di bahuku
Karena do’aku terperanjat untukmu
Kini dari sempitnya celah pada ruang tak berdinding
Ku ingin ketakpastian terganti dengan jawaban
Hingga yang ada hanya keyakinan bahwa kau Milikku...


PS : puisi ini diberikan oleh orang yang menyukaiku saat SMA. hihihi... ternyata aku punya penggemar juga^_^


( May, 25 2007 )

Sabtu, 21 Januari 2012

Kamu... Kamu... Kamu...

Diposting oleh Suci Mine di Sabtu, Januari 21, 2012 11 komentar
gambar dari sini


Engkau hembusan napas yang lirih mengucap kata
Engkau deburan ombak yang tak bisa menyapu karang
Engkau bintang yang tak berkerlip dan tenggelam
dalam kegelapan malam

bisakah aku,
merengkuh setiap napas yang kau hembus dan menjadikannya cerita
menganyam ombak tuk membantumu mengenyahkan karang
memancarkan kilauku tuk menjadikanmu benderang

hei, kamu...
engkau diam dalam kehampaan
namun aku kan terus mencintaimu
hingga napas ini hilang dariku


( May, 1 2007 )

Jumat, 13 Januari 2012

Someday...

Diposting oleh Suci Mine di Jumat, Januari 13, 2012 3 komentar

gambar dari sini

Suatu hari...
Jika bibir tak dapat lagi berkata
Dengarlah hembusan udara
Alunannya membawa sejuta makna
Menggores udara dalam ketidaknampakan kata
Tapi nyata dalam rasa...

Suatu hari...
Jika mata terpejam sudah
Penglihatan tertidur dalam sejati
Rasakanlah napas-napas dewa yang terhembus
Ia kan membawamu dalam kehidupan baru
Terbang melesat jauh melintasi angkasa
Tanpa sayap...
Tapi nyata...

Suatu hari...
Jika mimpi tlah terkubur dalam asa
Tak bisa mencuat dalam ruang
Dan tak nampak dalam nyata
Yakinkanlah hatimu
Masih ada cinta yang tertanam
Hanya belum mekar,
Tapi suatu hari...
Akan tumbuh seiring berjalannya waktu
Seerat…
Jalinan kata yang dirajut cinta.

 ( March, 13 2007 )
 

Minggu, 08 Januari 2012

Pengharapan

Diposting oleh Suci Mine di Minggu, Januari 08, 2012 3 komentar
Gambar dari sini

Terdiam ku menikmati semburat jingga di angkasa
Dibisiki hembusan angin tak berkata
Hanya merasa...
Bahwa napasmu yang membelai telingaku

Salahkah aku...
Masih berdiri di tempat yang sama
Menghabiskan waktu untuk terus mengingatmu

Salahkah aku...
Menitikkan airmata untuk hal yang sama
Mengharap reinkarnasimu lagi

Salahkah aku...
Berniat menghentikan napas di waktu yang sama
Bermimpi kita kan bertemu dalam bayangan yang berbeda

Sesungguhnya aku kehilangan arah,
Tanpamu...
Semua kosong dalam kehampaan
Semua hampa dalam kekosongan
Membalikkan segala arah dalam kebuntuan jalan
Ku ingin...
Kita bersama lagi menikmati cinta yang tak sempurna ini

( May, 6 2007 )




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Me and Mine Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea