| gambar dari sini |
Saya : Coba deh, sekali-sekali, kalau kamu stres,
kamu nggak usah melukai dirimu sendiri, tapi makan yang banyak, supaya kamu
gendutan dikit, nih badan kamu udah kayak
tripleks.
Maya : Pengennya sih gitu, tapi di kosan cuma ada
gunting atau silet, nggak ada makanan.
Saya : Masalahnya Luna, kalau kamu terus melukai
dirimu sendiri seperti itu, pas nikah dan suami kamu liat badan kamu yang penuh
bekas luka seperti ini nanti dia bilang, “Sayang, kejahatan apa yang kamu bikin
sewaktu muda?” atau “Sayang, dulu kamu preman ya?” Mau bagaimana pun, laki-laki
tetap suka perempuan yang bening.
Maya : Saya kan cuma mau menikah dengan Edgar,
nanti kalau dia tanya gitu, aku bilang aja ini luka gara-gara dia yang sudah
bikin aku sakit hati.
Dan,
saya cuma bisa mengucapkan “aamiin” dalam hati. Mudah-mudahan kamu bisa bahagia
ya Luna ^_^
Maaf
akhir-akhir ini aku sering sinis, tapi bukan kamu doang sih yang jadi korban
kesinisan aku, Dewi juga jadi korban, gara-gara baru sebulan pacaran dia udah
diputusin sama pacarnya dan setiap menit Dewi selalu curhat betapa dia
mencintai dan masih ingin melanjutkan hubungan pacarannya sampai tua. Yang
bikin Dongkol, Dewi tahu kalau laki-laki itu menyelingkuhinya dengan tiga
wanita (katanya sih teman tapi mesra doang, ya sama saja, toh mereka
mesra-mesraan), tapi tetap menangisinya, menanti smsnya. Kalau dia tidak
membalas sms, Dewi langsung curhat tentang ini-itu, dan kalau aku bersikap
sinis, Dewi marah, katanya mantan pacarnya tidak sejahat itu. Huft!
Dewi : Kak, sakitnya hatiku, Dia jadian sama
cewek yang jadi vokalis di bandnya.
Saya : Itu kan, sudah kubilang kalau dia bukan
cowok baik-baik. Katanya masih sayang, katanya kau terlalu baik buat saya, katanya
kau bisa mendapatkan cowok yang lebih baik dari saya. Dia bilang itu semua
karena ada orang lain yang dia suka.
Dewi : Kak Suci…
Saya : Jangan mengharapkan dia lagi!
Dewi : Aku galauu…
Hhh…
Apapun yang saya bilang, Dewi tetap tidak akan mendengarkannya, Luna juga, toh
di dalam hati mereka cuma nama cowok itu seorang.
Tuhan,
tidak bisakah, setidaknya saya menemukan laki-laki yang baik luar-dalam? Saya
ingin percaya bahwa tidak semua cowok jahat di luaran sana. Dan saya juga tidak
ingin menjadi sinis…
