Rabu, 05 Juni 2013

In A Relationship

Diposting oleh Suci Mine di Rabu, Juni 05, 2013 14 komentar

gambar dari sini 

Aku percaya, dalam setiap hubungan yang melibatkan dua orang yang berlawanan jenis dan sudah melewati batas enam bulan pertama dan terus bertahan, rasa suka itu akan berubah menjadi sebuah komitmen. Hanya diperlukan komunikasi dan kepercayaan untuk membentuk kekuatan dari komitmen itu. Dan itu sungguh tidak mudah.
Seberapa kuat komitmen itu, tergantung dari komunikasi dan kepercayaan yang terjalin dalam suatu hubungan…
Dan lagi-lagi, sahabatku yang satu ini, sebut saja namanya Luna, curhat tentang hubungannya dengan seorang laki-laki yang sebut saja Edgar –keren nggak tuh namanya >.<.
Luna dan Edgar ini pacaran sudah hampir dua tahun, tapi mereka selalu saja bertengkar. Bertengkar yang selalu membuat Luna melukai dirinya sendiri, entah itu dengan gunting, silet, atau benda tajam lainnya, bahkan ia pernah memberitahuku kalau ia ingin bunuh diri. *Apa-apaan ini!!!*
Aku sudah sering bilang pada Luna, setelah membaca blognya Mbak Annesya, kalau pacaran itu seharusnya lebih banyak bahagianya daripada sedihnya, nah dia sedih terus, nangis terus, jarang sekali mendengarnya cerita tentang hal-hal membahagiakan yang pernah dilakukan Edgar untuknya.
Pernah suatu hari, Edgar minta putus sama Luna di saat Luna lagi sakit, ya saya sebagai sahabatnya yang saat itu tidak tahu kalau Edgar minta putus dan fokus menjaga Luna langsung menelepon Edgar dengan harapan Edgar dapat membantu mengantar Luna ke rumah sakit. Tapi Edgar tidak mengangkat teleponku. Dan sms darinya bikin syok tingkat akut, “Jangan campuri hubunganku dengan Luna kalau kau tidak mau saya hancurkan.”
O-My… sinting tuh orang! Tapi demi menjaga perasaan Luna aku tidak memberitahukannya tentang sms itu.
“Dia itu kalau datang baiknya Suci, jadi baik sekali,” ucap Luna setiap kali aku memasang tampang benci pada Edgar.
“Iya, kalau datang jahatnya juga, jadi jahat sekali!” Dumelku.
Saya tidak tahu apapun tentang apa yang dipikirkan Luna saat ini, tapi kalau aku jadi dia, aku tidak akan tahan. Apa aku belum bilang kalau Edgar pernah menyatakan cinta kepada sahabat Luna yang lain, tapi dia tidak mau mengakuinya sampai Luna mencari tahu sendiri kebenarannya bahwa Edgar memang pernah menyatakan cinta? Oh ya, aku juga lupa bilang kalau Edgar pernah bertemu dengan mantannya dan membawa mantannya itu ke kos-kosan temannya –hanya Tuhan yang tahu apa yang mereka lakukan di kosan kosong itu- saat ia masih pacaran dengan Luna.
Lagi-lagi, aku tidak tahu alasan Luna mempertahankan laki-laki itu.

Senin, 03 Juni 2013

Litle Things About Dewi

Diposting oleh Suci Mine di Senin, Juni 03, 2013 9 komentar
gambar dari sini


Oh iya, aku belum pernah menceritakan tentang dirinya. Sebenarnya malas banget gitu ngungkit-ngungkit dia di blog ini. Tapi dianya yang ngotot mau disebut-sebut. Juga mau dapat jatah satu halaman blog tentang dirinya. 

Katanya, “Kak Suci, ceritain tentang aku juga dong di blognya kakak supaya saya eksis juga tidak cuman Restu sama Nunu. Soalnya Kakak tidak pernah ceritai aku di blog, aku mau diceritai juga!”

Yap, dia yang kumaksud adalah adikku. Bukan Nunu, juga bukan Restu, tapi Dewi. Dan setelah saya menceritakan tentang dirinya di bawah ini, seluruh dunia bakal tahu kalau saya empat bersaudara. Loh? Emang penting gitu… hehe

Well, Dewi anak kedua. Dia termasuk orang, yang apa ya, susah cari kata-kata yang tepat untuk dia, complicated, tapi intinya Dewi orang yang paling mirip aku. Entahlah, saya tidak terlalu suka kalau ada orang yang suka niru-niru aku. Aneh, dongkol, kesal, come on, jadi dirimu sendiri lebih penting daripada jadi diriku yang spesial ini. apa sih!!!

Dulu, waktu kecil, kalau Mama menyuruh kami menggambar, Dewi selalu menyontek gambar aku.  Atau saat SMP kelas 1 ketika aku memutuskan memakai jilbab, beberapa tahun kemudian dia nyusul pake jilbab, dia bilang, “Waktu pertama kali kak Suci pakai jilbab gayanya cupu banget. Jadul. Aneh dan jelek gitu. Sekarang, aku mau pake jilbab karena melihat jilbab yang Kak Suci pakai sekarang cantik, bagus, aku juga mau.” Bahkan sekarang, pakaian yang aku pakai ke kampus hari ini, dia pakai buat besoknya. Nggak ngerti deh sama jalan pikirnya tuh anak satu. 

Belum lagi, kalau setiap ponsel aku yang bunyi, dia yang paling cepat respon. Hey, itu ponsel siapa sih sebenarnya? Ya, dia sering pakai hape aku buat sms temannya sih, katanya nggak ada pulsa, tapi tiap hari, itu uang jajan yang mama kasih ke dia dibeli apaan?? Masa beli pulsa aja nggak bisa!!

Kalau dipikir-pikir, dari segi positifnya, Alhamdulillah dia nirunya cuman aku. Secara aku kan bukan anak nakal dan cukup baik dan rajin menabung, hihihi >.<. Untung dia nggak niru siapa gitu yang doyan hura-hura atau nge-Drugs.

Tadi malam, Dewi smsan sama temannya, of course pake ponsel aku, ckckck, udah serasa ponsel sendiri kayaknya, biar aku tegur berkali-kali kagak mempan. Ok back, kata temannya, Dewi dinominasikan sebagai senior yang mirip artis oleh para juniornya, yaitu ASMIRANDAH saat inaugurasi MABA di kampusnya. ASMIRANDAH loh saudara-saudara, yang cantik, putih, bersih, hidung mancung, tinggi, pokoknya idaman setiap lelaki lah.

Dan saat itu kupikir, Dewi saja yang anak kedua, dinominasikan mirip ASMIRANDAH, gimana aku yang anak pertama ya? Memang sih, setiap kali bercermin, aku selalu merasa mirip Kristen Stewart ;p


Sabtu, 01 Juni 2013

I'm Back

Diposting oleh Suci Mine di Sabtu, Juni 01, 2013 4 komentar
gambar dari sini

Akhirnya aku memutuskan untuk kembali. Setelah sekian lama bergulat dengan diri sendiri. Berapa lama? Sebulan? Setahun? Seratus tahun? Ah, bahwa waktu serasa tidak mengatakan dengan jelas.

Entahlah. Selama ini aku merasa tidak ada yang terlalu menarik yang terjadi di dalam kehidupanku yang sederhana ini. Aku juga telah kehilangan segala inspirasi. Otakku berubah kosong. Apakah ini keputusan yang tepat? Atau sebaliknya?

Aku tidak akan pernah tahu sampai aku mencobanya.

Sekarang aku sedang menunggu inspirasiku yang pergi untuk datang kembali. Dimana ia sekarang? Apakah ia baik-baik saja? Apakah ia akan kembali suatu hari nanti? Apakah ia tersesat? Ya, aku menunggunya. Masih menunggu sampai sekarang. Terkadang, aku menghabiskan beberapa jam menatap layar putih kosong khas Ms-Word dengan harapan inspirasiku datang. Berhari-hari, berminggu-minggu, dan berbulan-bulan. Sampai akhirnya aku lelah menunggu dan menutup layar putih itu. Mungkin menyerah. 

Namun, aku selalu rindu. Sesekali aku melihat halaman blogku dan rasanya sangat ingin mengisinya. Tidak membiarkannya terabaikan seperti ini. Mengisinya dengan berbagai hal yang kusuka dan yang tidak kusuka, yang menyenangkan dan yang tidak menyenangkan, yang membahagiakan juga yang menyedihkan. Semuanya.

Sampai akhirnya aku memutuskan untuk berhenti menunggu. Dan akan mencarinya. Ya, aku akan mencari kemana inspirasiku pergi. Mungkin sekarang, inspirasiku sedang tersesat dan tidak tahu jalan pulang.
Hal yang membujuk aku akhirnya memutuskan untuk mencari inspirasiku adalah blognya Mbak Annesya. Mungkin tante seksi yang satu itu tidak tahu –dan sekarang ia tahu- kalau aku selalu membuka blognya, membaca gerundelannya, dan senyum-senyum sendiri bahkan terkadang mataku berkaca-kaca dan dada nyesek…. Loh? 

Satu-satunya blog yang akhirnya menarik saya kembali ke dunia maya. Sepertinya aku iri, melihat ia dengan bebas membiarkan inspirasinya mengalir dengan kata-kata yang kuat dan inspiratif. Hei, tante seksi, aku iri, kau dengar itu? Hahahaha
Sekarang bahkan leherku terasa tercekik, menahan bongkahan pahit yang tertahan di pangkal tenggorokanku, mataku mungkin juga berkaca-kaca. Aku tidak tahu. Aku sedang menulis. Aku sedang mencari inspirasiku. Dan Mbak Annesya yang cantik, terima kasih.

Sabtu, 07 April 2012

Tears in Me

Diposting oleh Suci Mine di Sabtu, April 07, 2012 23 komentar
gambar dari sini

Aku selalu tampak kuat. Di depan siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Tapi akhir-akhir ini aku merasa sangat lemah. Pada malam yang senyap, gelap, saat semua orang berkelana dalam mimpi yang terang, akan kubiarkan mataku basah… sepuasnya…

Ketika wanita menangis,
Itu bukan berarti dia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya,
Melainkan justru berarti dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya.

Ketika wanita menangis,
Itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya,
Melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air matanya.

Ketika wanita menangis,
Itu bukan karena dia ingin terlihat lemah,
Melainkan karena dia sudah tidak sanggup berpura-pura kuat.*

 gambar dari sini

* kutipan dari Novel Let Go karya Windhy Puspitadewi

Selasa, 27 Maret 2012

Me and Mine : Headache

Diposting oleh Suci Mine di Selasa, Maret 27, 2012 19 komentar
gambar dari sini
Sejak aku tahu kau menyukainya, ada hal aneh yang terjadi pada diriku. Ya, aku mulai membandingkan diriku dengannya, gadis yang kau sukai itu.
Aku tidak tahu kenapa. Sungguh, aku sudah berusaha keras melupakan ide konyol itu. tapi tetap saja, itu terjadi. Terlebih saat aku sedang sendiri. Melamun… Memikirkanmu… Kenapa bisa menyukai gadis itu?
Dia putih. Kulitnya bersih. Kulit kuning langsat. Sedangku sawo matang, karena terbakar matahari sejak SMA saat aku mengikuti paskibra.
Berat tubuhnya ideal. Tidak kurus dan tidak gemuk. Sedangku tinggi-kurus. Tapi kebanyakan laki-laki menyukai gadis bertubuh molek kan? Sedangku tidak memilikinya.
Dia extrovert. Sedangku introvert.
Hush… aku bergeming. Aku tidak mau memikirkannya lagi.
Setidaknya jangan hari ini. kepalaku sudah sakit.
Kalau besok?
Mungkin saja

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Me and Mine Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea