Kamis, 28 November 2013

[Book Review] Maya Maia-nya Devania Annesya

Diposting oleh Suci Mine di Kamis, November 28, 2013 10 komentar Link ke posting ini


Sebenarnya novel ini sudah aku baca habis dari beberapa bulan yang lalu, lalu aku endapkan lagi, baca lagi, simpan lama lagi, baca lagi. Dan tetap saja aku menyukainya. Well, ini review novel pertama saya. Mohon maaf sama mbak Nes kalau reviewnya masih abal-abal dan nggak bagus.
Yuuuk…

Percayakah kamu dengan kebetulan?

Maya yang seharusnya berjodoh dengan Jonathan dan Maia yang seharusnya membantu Joni bekerja di reparasi komputer miliknya dan juga sudah dijodohkan dengannya tertukar. Semua ini berawal dari kemiripan nama mereka dan kesalahan ketika menjemput. 

Dan jadilah saya dibawa menikmati plot dengan diksi yang mengalir dan konflik yang “oke, novel ini berbeda dari kebanyakan novel yang mengangkat tema kebetulan.”

Saya suka bagaimana cara Maya yang seorang wanita metropolitan menghadapi Joni yang cuek dan menyebalkan tapi ganteng dan sebenarnya peduli itu. Saya juga setuju kalau Jonathan yang rapuh dan baik dan juga tidak kalah ganteng dari Joni menemukan Maia sebagai sosok polos yang membuat Jonathan akhirnya berpaling dari cintanya kepada mantannya yang menjengkelkan itu. Ugh!

Selalu, Mbak Annesya mampu membuat saya larut masuk ke dalam novelnya. Terkadang saya ketawa sendiri, gemes sendiri, nyesek sendiri juga, ya karena emang bacanya sendirian… he he he… dan ya, aku mendapatkan rasa yang membekas ketika selesai membaca novel ini. Salah satu hal yang paling jarang saya rasakan ketika selesai membaca novel. Lama saya membaca bab terakhirnya karena memang saya sangat menyukainya. Dan “kebetulan” yang terjadi di dalam novel ini berasa “kebetulannya”, hem… maksudku, terkadang saya membaca novel dengan tema yang sama tapi berasa kebetulannya itu dibuat-buat. Ngerti kan ya? Hehehe piss

Errr… suka sekali kalau Maya lagi berinteraksi dengan Joni dan maia dengan Jonathan. Seperti dua dunia yang sama-sama menyenangkan dan sulit dipilih. Kalau saya seperti Maya, tentu saja saya suka bertengkar dengan Joni biar hidup lebih berwarna. Dan kalau saya jadi Maia, aku mau diperlakukan lembut seperti yang dilakukan Jonathan. Ah… mengkhayal tingkat tinggi lagi. Tapi sayangnya, aku bukan kedua-duanya, jadi laki-laki yang kayak gimana dong yang cocok untuk saya? Oh Tuhan, jadi ngelantur

Dari tadi membahas Maya-Maia dan Joni-Jonathan mulu ya? Selain mereka, aku suka semua karakter yang ada di dalam novel… Mama Maya yang ajaib, Putri yang menyenangkan diajak berkomplot, Bryan yang ternyata tidak seperti yang kita duga, dan Denisha yang egois, sebenarnya saya kasihan sama Ayah Joni, tapi mengingat-ingat perbuatannya dulu, emang susah dimaafin, tapi tetap kasihan… huhuhu

Ya sud, novel ini recommended banget. Susah membuat novel komedi-romantis yang tetap berasa komedinya dan romantisnya. Dan Mbak Annesya berhasil melakukannya. 

Judul: Maya Maia 
Penulis: Devania Annesya
Penerbit: Plotpoint 
Edisi: Juli 2013
Tebal: 252 halaman



“Di dunia ini, manusia terlahir dalam dua spesies, yang pertama adalah manusia bersayap dan yang kedua manusia tanpa sayap. Manusia yang bersayap ditakdirkan untuk terbang tinggi menggapai langit tak terbatas. Sementara spesies yang kedua, kebalikannya, ia ditakdirkan untuk terus menjejak bumi dan menjalani hidupnya untuk terus menyentuh tanah.” – Devania Annesya

 

Sabtu, 26 Oktober 2013

While and After Graduation

Diposting oleh Suci Mine di Sabtu, Oktober 26, 2013 21 komentar Link ke posting ini


Ya, status aku berubah sekarang. Bukan lagi seorang mahasiswi, tapi calon istri. Wew ^_^
Alhamdulillah sudah diwisuda sabtu kemarin, telat banget updatenya, ini saja badan masih pegel-pegel, nggak tahu juga pengen nulis apaan yang bisa menggambarkan kegembiraan sekaligus ketakutan diriku. Lihat foto aja, gimana? Capcus…


With My Beloved Mom and Dad
 
With My Gals
Bareng Pak Jufri, pembimbing II yang baik dan energik itu
 


Gembira karena akhirnya dapat membuat sebuah akhir yang indah di salah satu bab perjalanan hidup saya yang sekaligus menjadi awal ketakutan saya untuk menempuh bab selanjutnya. Gelar yang diberikan di belakang nama saya kesannya aku jago banget komputer gitu, padahal cuma Rekayasa Perangkat Lunak doang itupun nggak seratus persen dikuasai, jaringan sama sistem cerdas masih rada remang-remang di kepala -_-
Mama menggelar syukuran selesai wisuda pas hari itu juga, jadi tidak bisa santai-santai dan harus melayani tamu-tamu, dan sekitar jam sepuluh malam langsung go ke Malino (Mungkin seumpama puncak bagi orang Jakarta) untuk menghadiri pengkaderan Pendidikan Tiga Pilar (PETIR) XIII Technic Study Club.

Padahal belum tidur tapi tetap semangat foto-foto



 Wew, belum cukup satu hari jadi sarjana langsung ambil bagian di pos IKATSC (Ikatan Alumni TSC). Hehehehe… melancarkan serangan yang seharusnya dilakukan oleh IKATSC agar calon anggota baru yang pengen berorganisasi di TSC nggak manja dan tahan mental. Dan hasilnya, badanku semakin pegal dan suara menghilang. Nggak tahu kenapa, tapi aku sudah berusaha jadi ibu peri malam eh subuh itu.
Pokoknya, menyenangkan, melelahkan dan menakutkan. Apa ada seseorang yang mengerti rasa takut yang kualami sekarang? Rasa takut yang tidak jelas tapi mencekam. Yaelah…
Berakhir jadi Mahasiswi itu menyenangkan, tapi susah dijalanin ^_^

Minggu, 29 September 2013

Hatiku gembira, riang tak terkira... lalalalala

Diposting oleh Suci Mine di Minggu, September 29, 2013 12 komentar Link ke posting ini

Gambar dari sini
Alhamdulillah…
Alhamdulillah…
Alhamdulillah…
Perasaanku jadi campur aduk. Mau senang karena akhirnya yudisium juga atau karena sekarang sudah berganti status jadi pengangguran :(
saat yudisium

setelah yudisium.. how happy ^_^
Pokoknya aku bersyukur, satu babak sudah berakhir, dan terlewati dengan baik. Tapi setiap “akhir” dari sesuatu merupakan “awal” dari sesuatu yang baru. Ready or not, I’ll have to face it…

sama bu Novita, penguji I, mungkin karena lagi hamil dia jadi baik banget pas menguji.
Saya doakan semoga anaknya lahir dengan selamat, tidak ada cacat sedikit pun. Aamiin
 

Well, yang di samping kanan itu, namanya Pak Kamarullah, dia sudah seperti paman bagiku walaupun tidak memiliki hubungan darah dengan keluargaku. Sebenarnya yang menjadi sekertaris saat aku ujian meja adalah Pak Usman, tapi sepertinya ia sibuk, jadi Pak Kamarullah yang menawarkan menjadi sekertaris. Nggak pernah kebayang, orang yang dulu sering menculikku dan mengajakku jalan-jalan ke Pantai Losari sekarang menyaksikanku sidang.
Kalau mau dibandingkan, sepertinya lebih heboh pada saat proposal, kedua pengujiku seperti menyerangku habis-habisan, membuatku harus memasang baju anti-peluru supaya judulku bisa terus dilanjutkan. Eeaaa…
Salah satu temanku pernah bilang, lebih baik berdua (di kampusku masih mengizinkan skripsi dengan partner, maksimal dua orang) daripada sendirian. Dia bilang, kalau berdua ada yang menemani repot bareng-bareng, nunggu pembimbing bareng, semuanya bareng, beda kalau sendirian, lebih repot. Tapi saya tetap memutuskan sendirian dan tidak memilih partner skripsi, walaupun banyak banget yang antri pengen aku jadi partner skripsi mereka. Lalalalalala…
Bukan apanya sih, menurut pengalaman, rata-rata yang partneran dan memiliki andil lebih besar terhadap skripsi mereka justru menjelek-jelekkan partner skripsi mereka. Selalu saja ada cerita-cerita belakang, dan aku tidak menyukainya. Well, aku tidak menjelek-jelekkan orang di belakangnya karena aku juga tidak mau dibegitukan. Mengerti kan perasaanku, iya kan, iya dong…
Dan alasan lain orang yang pengen partneran adalah supaya bisa patungan beli skripsi. Cape deh… Dari awal aku memang berniat untuk membuat sendiri skripsiku, tanpa bayar ini-itu walaupun sering bertanya ini-itu. Sebenarnya ini lebih cape’ hehehe…
Tapi segala rasa lelah, letih, lesu, lemah, lunglay, dan lebay itu terbayar ketika Bu Novita mengumumkan skripsiku dapat A. Alhamdulillah ^_^ 
Aku pernah berniat, kalau aku sudah sidang, aku akan membeli novelnya Tante Annesya, Maya Maia, sebagai hadiah buat diriku sendiri karena berhasil melalui semua tahap melelahkan untuk jadi sarjana itu. Tapi nggak jadi, karena Tante yang seksi satu itu ditemani dua karibnya – Tante Jiah dan Tante Renny yang juga tak kalah seksi yang memberikannya… bahkan lebih bagus, ada tanda tangan plus cap bibir, dan kata mutiaranya gitu ^_^ Really unforgettable gift *kedip-kedip*
Yuuuuhuuu… yay… yay… aku terpilih sebagai salah satu pemenang giveaway-nya kaka Annesya… nggak nyangka juga sih, padahal banyak banget rintangan yang merintang saat mengikuti giveaway itu, pake acara akun suspended pula… fiuuhh -_-
Btw, paketnya sudah datang… tadaaa
outside
inside
Makasih ya kaka Annesya, kaka Jiah, Kaka Renny, kalian sekseh sekalee :*
Well, apa yang terjadi hari ini adalah karena doa, usaha dan dukungan orang-orang yang sayang padaku… nggak tahu gimana balasnya, kasih kecup aja ya... uummmaaacchhh
Jadi sarjana itu menyenangkan, walaupun susah menjalaninya ^_^
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Me and Mine Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea