Rabu, 29 Februari 2012

My Top Ten Music Playlist : February

Diposkan oleh Suci Mine di Rabu, Februari 29, 2012 20 komentar
gambar dari sini


My top ten music playlist of this month goes to…

1.     Avril Lavigne – Smile
Aku suka banget warna rambut Avril Lavigne di video klip yang ini. Tetap saja menurutku dia sangat cantik. Konsep videonya walaupun sederhana, tapi dalam banget bagi aku. She’s always inspire me…

“And that’s why I smile, it’s been a while, since everyday and everything has felt this right...”

2.    Adele – Chasing Pavements
Aku suka video klip lagu ini. Unik menurutku. Suaranya adele juga kuat banget.

“Should I give up, Or should I just keep chasin' pavements? Even if it leads nowhere Or would it be a waste…”

3.    Avril Lavigne – Innocence
Alunan piano di awal lagu langsung menghipnotisku untuk terus mendengarkannya. Nggak tahu kenapa, pengen bersyukur terus aja kalau dengar lagu ini.

“I found a place so safe, not a single tear, the first time in my life and now it's so clear…”

4.    Lady Antebellum – Need You Now
Lagu ini membuatku penasaran karena banyak mendapatkan penghargaan musik. Dan setelah didengar-dengar, cukup easy listening dan sekarang sudah menjadi lagu temaku kalau sedang main game candy di laptop. Hehehe ^_^

“It’s a quarter after one, I’m all alone and I need you now…”

5.    Katy Perry – Firework
Ini lagu pertama yang membuatku mengenal Katy Perry. Hem… Firework? Katanya sih, kita semua mempunyai kembang api di dalam diri kita masing-masing, tinggal kita sendiri yang menyalakannya, dan kita akan jadi indah.

“Maybe you're reason why all the doors are closed, So you can open one that leads you to the perfect road…”

6.    Taylor Swift – You Belong With Me
Aku jatuh cinta dengan lagu ini. kesannya remaja banget, girly banget, dreams come true banget. Dan aku kena banget… hehehe ^_^

“I'm the one who makes you laugh, When you know you're about to cry, And I know your favorite songs, And you tell me about your dreams, Think I know where you belong, Think I know it's with me…”

7.    The Band Pery – If I Die Young
What would you want if you die young?

“If i die yound burry me in satin, lay me down on a bed of roses, sink me in the river at dawn, send me away with the words of a love song…”

8.    Avenged Sevenfold – Seize The Day
Aku suka dengar lagu ini. Mengingatkanku untuk tidak menyia-nyiakan orang yang aku sayangi. Entahlah, atau mungkin aku saja yang merasa seperti itu.

“Seize the day, or die regretting the time you lost, it’s empty, and cold without you here, too many people to Ache over…”

9.    Selena Gomez – Who Says
Well, menurutku, lagu ini menekankan kepada kita untuk menjadi diri kita sendiri. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi berharga. So, who says you’re not perfect? I’m absolutely perfect ^_^

“I'm no beauty queen, I'm just beautiful me…”

10.  Rihanna – Man Down
Rihanna seksi banget sih di sini. Well, apapun warna kulitmu, itu tidak akan mempengaruhi kecantikanmu. Rihanna sudah membuktikannya. Hehehehe
Well, lagu ini agak kejam sih, soalx si Rihanna membunuh laki-laki yang melecehkannya. Jadi inilah pengakuannya…

“Oh mama mama mama, I just shot a man down, In central station, In front of a big ol crowd…”

Senin, 27 Februari 2012

Aku Tidak Tega

Diposkan oleh Suci Mine di Senin, Februari 27, 2012 11 komentar
gambar dari sini


Aku bingung, dewi bingung, nunu bingung, mama bingung, papa bingung, tinggal adik cowokku restu yang nggak bingung karena lagi tidur siang.
Well, kita semua bingung gimana cara masak ikan lele yang masih hidup itu?
Okelah kalau ikan lele itu sudah mati dan siap dibersihkan isi perutnya. Tapi dia masih hidup, masih bergerak lincah, berenang kesana-kemari, kalau membunuhnya untuk menjadi santapan merupakan kenangan penuh traumatis di kepalaku.
“Gimana cara membunuhnya?” Tanyaku.
Kata ayah, “Pukul saja kepalanya, biar mati.”
Oke, ide itu keluar dari mulut ayah, padahal ayah sendiri ogah memukul kepala ikan lele itu. Ayah malah menyuruh mama yang melakukannya.
“Kamu saja deh Nu, cekik lele itu atau bekap mulutnya,” saranku asal-asalan.
Sampai akhirnya restu bangun, dan dialah yang diberikan titah untuk membunuh sang ikan lele agar bisa menjadi makan malam keluargaku. Fiuh…
Entahlah, rasanya nggak pengen makan lele itu. masalahnya, aku melihat lele itu masih hidup sebelum digoreng sama mama. huhuhuhu -_- 

aku tidak tega Tuhan...

Jumat, 24 Februari 2012

Samudera Hati

Diposkan oleh Suci Mine di Jumat, Februari 24, 2012 12 komentar
gambar dari sini

Engkau ruby dalam ragu
Bersinar tatkala rindu berlabuh
Berharga ketika raga berpeluh

Engkau cahaya cakrawala yang menyingkap terik siang
Mengubur pahit di sudut malam
Membiarkan mentari mengindahkan bulan

Nasehat senja akan syair ternama
Menggores jingga dengan penuh cinta

Kasih,
Lihatlah buih laut disana
Rasakan langkah-langkah ombak
Tersimpan harap untuk setia
Hanya untuk sang tercinta

Selasa, 21 Februari 2012

Know More 'bout Me

Diposkan oleh Suci Mine di Selasa, Februari 21, 2012 25 komentar
gambar dari sini

Kalau ditanya tentang something about my world, aku akan menjawab seperti ini…
“I’m nobody. Nobody is perfect. Therefore, I’m perfect.”
Aku masih ingat dulu, ketika aku sangat terobsesi dengan kesempurnaan. Apa-apa maunya sempurna, tulisan jelek dikit aja dihapus, dapat nilai ujian lebih jelek dari punya teman pengen nangis. Fiuh… itu adalah kenangan yang sangat menguras tenaga.
Well, aku lebih suka dipanggil Suci dan benci benci dipanggil Uci.
Aku dalam keseharian, cenderung pendiam dan tertutup, tapi kalau sudah ketemu orang yang pas, aku bisa jadi rame, banyak omong, dan sedikit sinting. Hehehehe
Dalam pertemanan aku kurang beruntung. Karena sifatku yang pendiam itu, rata-rata orang mengira aku jutek, cuek, dan sombong. Jujur, aku tidak tahu cara memulai sebuah percakapan dengan orang asing. Well ya, aku tidak tahu cara berteman. Tapi aku sangat senang kalau ada orang yang memulai duluan berbicara denganku. Aku merasa diterima.
Saking pendiamnya, seseorang pernah bertanya kepadaku, “kamu suka hutan atau laut?”
Aku jawab dengan spontan, “Laut.”
Laut, katanya, mempunyai sifat yang terbuka, sedangkan hutan sebaliknya, mempunyai sifat yang tertutup.
“Jawabanmu berbeda sekali dengan sikapmu sehari-hari,” katanya lagi.
Aku hanya tersenyum. Dia hanya tidak tahu, kalau aku bersama orang yang tepat untuk diajak gila-gilaan, aku bisa menjadi sangat terbuka.
Terkadang aku juga sedikit narsis, suka foto-foto dengan gaya-gaya imut. Yup, a little bit narciss, has tears for every little blue thing, and love smile even there’s so much pain in me. Aku nggak terlalu suka banyak orang yang tahu kalau aku lagi sedih, apalagi patah hati.
Suka dengar lagunya Avril Lavigne kalau lagi stres. Suka banget sama Korean Cartoon. Love too much nonton titanic meski sudah diulang-ulang seribu kali. Benci laki-laki cerewet. Menyukai kesunyian. Suka hujan, apalagi kalau patah hati.
Hnm… terlebih, aku meyukai semua apa yang ada di diriku. Because I’m feeling so perfect.


PS : Posting ini aku buat khusus buat Gogo, teman baruku di blogger, dan teman-teman lainnya yang ingin tahu lebih tentang diriku. Mudah-mudahan kita bisa menjadi teman baik ^_^

Senin, 20 Februari 2012

Me and Mine : Aku ... Kamu?

Diposkan oleh Suci Mine di Senin, Februari 20, 2012 13 komentar
gambar dari sini

Hei, AR,
Aku ingin memberi tahumu sesuatu. Sebuah rahasia yang ku simpan sejak dulu. Aku menyukaimu. Well, suka lebih kepada, aku ingin terus bersamamu, terus berada di dekatmu. Ya, aku mengaku, aku ingin menjadi seseorang yang spesial di hatimu.
Aku sudah berusaha. Tidak banyak yang tahu tentang ini. hanya Matica, sahabat sejak semester satu yang berbeda UKM dengan kita yang tahu mengenai hal ini.
Well, aku akan bocorkan lagi sedikit.
Kau tahu, kenapa aku sering ke basecamp? Karena kamu.
Kau tahu, kenapa aku pengen banget diajar main gitar sama kamu? Karena aku ingin dekat kamu terus.
Kau tahu, kenapa aku sering membalas SMSmu di jam-jam yang tidak biasa? Karena aku rindu.
Kau tahu, kenapa aku pontang-panting mencari hari ulang tahunmu? Karena aku ingin menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat kepadamu. Dan ya, I’m the first one.
Kau tidak tahukan kalau beberapa jam sebelum angka 12 malam berdentang aku uring-uringan sendiri? Sudah mirip kayak orang depresi hanya karena memikirkan kata-kata yang bagus sebagai pengucap selamat ulang tahunmu.
Dan apa yang aku tulis waktu itu, “Happy birthday, AR. Kamu ulang tahun juga toh? Traktir ya?”
What?? Hadouh…
Tapi terlepas dari semua ketololan yang aku lakukan untuk membuatmu menyukaiku, Salahkah aku dengan keinginan kecilku itu, AR?

Selasa, 14 Februari 2012

Sedikit Pelajaran Buatmu

Diposkan oleh Suci Mine di Selasa, Februari 14, 2012 19 komentar
gambar dari sini
Kau kira kau siapa? Aku sudah cukup bersabar ya.
Jangan kira kau bisa seenaknya terus padaku. Apa karena aku asisten dosen perempuan sehingga kau tidak menghargaiku?
Jangan bilang kalau aku tidak pernah memberi tahumu. Tapi bila kau lupa. Kuingatkan sekali lagi, “Siapa yang butuh siapa?!”
Sudah ingat?
Atau aku perlu menimpuk kepalamu dengan jangka sorong agar otakmu yang cetek itu mengingat?
Maaf bila suaraku kasar, karena sepertinya kau memang pantas dikasari. Well, kau yang minta sendiri.
Kau masih ingatkan bagaimana penuh pengertiannya nada bicaraku saat mengajarmu pada praktikum pertama? Kau malah melecehkanku. Memandangku remen dan mendumel. Aku diam saja, berusaha bersikap dewasa, tapi kau tetap saja dengan kelakuan SMA yang kau bawa-bawa sampai kuliah. Sungguh kekanak-kanakan.
Aku tidak akan membiarkannya lagi, asal kau tahu. Aku sudah cukup bersabar untuk yang keempat kalinya kau berlaku tidak sopan padaku. Aku memutuskan untuk memberimu sedikit pelajaran, bukan Fisika. Walaupun masih ada tiga pertemuan lagi untuk matakuliah kita.
Kurasa, mungkin kau butuh ilmu tentang menghargai perempuan, bagaimana?
Kau takut bertemu aku sekarang kan?
Tapi kau laki-laki tak berakal. Akan kubuat kau mengerti. Siapa yang butuh siapa?!
Itu saja.

Jumat, 10 Februari 2012

Little Thing 'bout Nunu

Diposkan oleh Suci Mine di Jumat, Februari 10, 2012 30 komentar
gambar dari sini

Dia adikku paling bungsu. Selalu ku panggil “botak” mengingat dulu ayah sering memangkas rambutnya hingga mirip tentara. Tapi sekarang dia terlihat sangat manis walaupun kulitnya berubah menjadi sawo matang karena sering main di luar.
Aku masih ingat, saat Nunu masih kecil, belum TK, ia pernah terjatuh tepat beberapa meter di depanku, aku terkejut melihatnya. Kurasa, ia pun terkejut kenapa bisa terjatuh. Nunu menangis. Ia menangis sambil berlari dengan tangan terlentang memelukku. Saat itu kepalanya baru sampai di perutku yang masih SD ini.
Aku tersenyum. Nunu sangat menggemaskan waktu itu. Apalagi saat mengingat dia meremas tubuhku karena ketakutan.
Sekarang, saat ia datang ke kamarku dan curhat tentang cowok yang disukainya tetapi sudah memiliki cewek lain, aku berpikir. Dia bukan lagi “botak”, dia sudah besar, sudah SMA. Sudah mengerti tentang rasa suka, patah hati, dan cowok. Kenapa aku baru menyadarinya?
Ya, dimataku, dia tetap masih kecil. Walaupun dan bagaimanapun waktu berlalu, setidaknya dia tetap lebih kecil daripada aku. Hehehe
Lain waktu, dia datang lagi curhat kepadaku, “Kak, ada cowok yang suka sama aku. Tapi aku nggak suka sama dia. Tapi dia tuh baik banget. Aku harus gimana dong, Kak?”
Besoknya, “Kak Suci, dia nembak aku. Trus aku terima deh.”
Aku jitak kepalanya.
Besoknya lagi, “Kak Suci, gimana yah cara ngomongnya kalau mau putus?”
Aku tersenyum. Dia bukan lagi Nunu yang ketika terjatuh akan lari memelukku. Well, dia menjadi Nunu yang kalau galau suka datang mengadu kepadaku dan menjadikanku dengan semena-mena sebagai tempat sampahnya.
“Mentong kau itu Botak, sudah dibilangin dari awal, kalau nggak suka ya jangan diterima. Kau kasi sakit hati lagi anaknya orang.” Omelku.
Nunu cemberut, “Iya iya, Gondrong. Kapan sih aku berhenti dipanggil botak? Rambutku panjang banget nih, Kak.”

Selasa, 07 Februari 2012

Me and Mine : Pelatda Sidrap

Diposkan oleh Suci Mine di Selasa, Februari 07, 2012 23 komentar
gambar dari sini

Kau tahu apa yang terjadi padaku setelah kita mengikuti pelatihan daerah di Sidrap, AR?
Aku gila. Kau yang membuatku gila.
Sebenarnya, keseluruhan pelatihan daerah itu sangat menyenangkan. Kita diberi pengalaman mengajar siswa-siswa di SMk 1 Sidrap. Mereka memiliki sifat yang beragam, ada yang banyak tanya sampai aku bingung sendiri gimana jawabnya, ada yang terlalu aktif menekan tombol delete berkali-kali, bahkan ada siswa yang mesti disuruh berulang kali hanya untuk menyentuh mouse.
Well, ya, mereka sangat antusias karena kedatangan kita. Bahkan ada beberapa siswa sempat naksir dengan cowok-cowok seangkatanku di UKM kampus. Bahkan ada yang berusaha mencari nomor hapemu, AR. Mungkin kau sudah pernah membaca SMS genit mereka.
Aku? Mungkin karena aku pendiam dan terkesan jutek kali ya, makanya jarang di antara siswa tersebut mengajakku berbicara. Mereka tidak tahu seberapa ramah diriku sebenarnya. Hehehe
Gimana aku harus belajar makan apapun yang telah disediakan panitia konsumsi tanpa harus banyak mengeluh. Bukannya aku nggak mau makan, hanya saja aku lebih suka makan dengan lauk yang banyak dan sedikit nasi, dan harus ada sambalnya. Hehehehe
Gimana capeknya jalan setiap hari dari SKB – tempat kami menginap- sampai ke sekolah yang kata senior jaraknya cuman 200 meter, tapi tau-taunya kami jalan 2 kilo juga belum sampai-sampai. Fiuh
Gimana merindingnya aku ini saat mengetahui penjaga gedung SKB itu ternyata naksir aku. Wow…
Bukannya aku pilih-pilih cowok. Well, mungkin memang tampangnya sedikit membuatku takut dan umurnya jauh di atasku, lebih-lebih saat dia meminta nomor teleponku dan mengajakku kencan, Oh My, Seniorku langsung menyuruhku tidak boleh sendirian di manapun dan usahakan berbicara dengan sopan kepadanya. Saat aku menceritakan kisah ini sama Ima, dia malah menertawaiku habis-habisan.
Gimana aku bisa akrab dengan Budi, teman SMPku, yang semasa SMP kami jarang bertegur sapa, sekarang malah saling ejek keculunan masing-masing.
“Kau lucu sekali, Suci. Apalagi kalo ingat seragam SMPmu itu yang kebesaran. Rok setinggi perut. Culun benar. Hahahah.” Katanya,
Tapi yang lebih menyenangkan, ketika kamu tiba-tiba menghampiriku saat aku ingin meng-SMS mama, kau bilang, “Mau aku bantu SMS?”
Aku mengernyit. Kau datang tiba-tiba dan hanya ingin membantuku mengetik sederet kalimat yang bahkan tidak perlu mengeluarkan tenaga super untuk melakukannya?
“Makasih,” kataku sambil memberikanmu hapeku dan mendiktekan kata-kata yang harus kau ketik, AR.
“Manisnya,” katamu lagi saat mendengar ucapan terima kasihku.
Kalau saja tidak ada orang disitu, aku pasti sudah lompat, AR, asal kau tahu.
Kau masih ingat sewaktu kita dapat giliran piket di hari yang sama, AR. Mungkin kau lupa. Tapi aku tidak bisa melupakannya. Saat aku mencuci piring dan aku menyuruhmu mengambil air di sumur, setelah itu kau menemaniku mencuci piring-piring kotor itu. Ini tidak romantis sama sekali, tapi aku senang bisa mencuci piring bersamamu, sambil mendengar ocehan candamu yang membuatku tertawa, selalu tertawa.
Di malam jujur berani, aku senang bisa bersandar di punggungmu, membiarkan berat badanku bergantung pada tubuhmu. Aku tersentak saat kau juga membalas sandaran tubuhku, sambil membisikiku, “Mau aku bantu SMS lagi?”
Dan di saat kita naik bus untuk pulang ke Makassar, kau mencubit hidungku saat aku tidur, Ima yang bilang kepadaku, kau bahkan mencubit pipiku sampai empat kali. Dan tololnya, aku sama sekali tidak bangun yang menandakan kau bebas berbuat jahil dan tertawa, ya kan?
Kau memang jahil ya, AR. Tapi tidak tahu kenapa, aku menyukainya.
Sekarang, setelah kita pulang dari pelatihan daerah, aku jadi kepikiran kamu terus. Apa-apa kamu. Semuanya kamu. Aku ingin bertemu kamu lagi dan bersandar di punggung kokohmu lagi, AR.
Sampai akhirnya aku mengirimi Rara SMS untuk memberitahuku nomor teleponmu.
Dan Rara membalasnya dengan, “Cie… kangen sama AR ya.”
Aku merasa wajahku berubah panas. Dan aku melihat barisan nomor telepon yang dikirim Rara padaku.
Well, mungkin besok saja aku mengirimimu pesan, AR, sekalian memberiku waktu untuk berpikir kata-kata yang bagus untuk menyapamu.

Sekarang, biarkan aku memasukkan daftar "memikirkanmu" dalam hal-hal yang kusukai.

Sabtu, 04 Februari 2012

Ketidakpastian...

Diposkan oleh Suci Mine di Sabtu, Februari 04, 2012 15 komentar
gambar dari sini

Saat ku terpaku menatap kekosongan
Ku terbuang antara pasti dan mustahil
Ku hanya bermunajab dalam hening di malam yang sunyi
Ku berontak pada suatu yang tak pantas ku jawab
Ketakpastian t’rus membayang dalam suramnya bayang-bayang
Ku mencari sesuatu yang tak hilang
Ku berenang, pada sungai dalam alirannya
Dan ketakpastian penyebabnya

Aku ingin kau tau
Kau perapian bagiku
Letakkan baramu di bahuku
Karena do’aku terperanjat untukmu
Kini dari sempitnya celah pada ruang tak berdinding
Ku ingin ketakpastian terganti dengan jawaban
Hingga yang ada hanya keyakinan bahwa kau Milikku...


PS : puisi ini diberikan oleh orang yang menyukaiku saat SMA. hihihi... ternyata aku punya penggemar juga^_^


( May, 25 2007 )

Rabu, 01 Februari 2012

Eksis Di Sisi Positif Dunia Maya

Diposkan oleh Suci Mine di Rabu, Februari 01, 2012 15 komentar
gambar dari sini

Well, kalau kalian diberi kalimat “Eksis dengan Internet” apa yang tiba-tiba melintas dalam pikiran kalian?
Pasti macam-macamlah yah, mungkin ada yang berpikir tentang awal karir bombastis dan spektakulernya Justin Bieber yang dimulai dari situs YOUTUBE. Atau karir kepenulisan Raditya Dika yang akhirnya dikenal banyak orang karena memulai prosesnya dari blog atau diary online. Atau Arif Muhammad yang ngetrend dengan nama POCONGGG yang mulai dari Twitter sehingga memiliki banyak fans sekarang. Atau band asal luar BOYCE AVENUE yang akhirnya memiliki konser keliling dunianya sendiri karena keeksisannya di internet. Ya, mereka hanya beberapa dari sekian banyak orang yang eksis di internet dan akhirnya meledak dan dikenal banyak orang.

Aku kagum dengan mereka. Yang memilih memanfaatkan internet dari segi positifnya, bukan dari segi negatifnya. Ya, Internet memiliki dua sisi yang berlawanan di saat bersamaan. Bisa melambungkan nama kita seketika, atau menjatuhkan kita pula secepat yang ia bisa.

Kalau aku? Aku mengenal internet sejak SMA, pertemananku dimulai dengan MiRC. Merasa bosan karena orang yang ditemani ngobrol rata-rata bohong banget, aku pindah ke Friendster. Aku, cewek pendiam dan nggak tahu bergaul, bisa punya banyak teman di sana. Aku tidak perlu takut orang akan menolakku karena kekurangan dalam diriku, aku bisa menjadi diriku sendiri yang apa adanya. Lalu, kemunculan Facebook membuatku hijrah dari Friendster. Di Facebook, aku bahkan bisa berkenalan dengan orang-orang di seluruh penjuru dunia, yang akhirnya membuatku belajar bahasa Inggris agar bisa berkomunikasi dengan mereka. Hehehe…

And see, walaupun belum terlalu lancar, setidaknya aku bisa bahasa inggris dan pernah menjadi juara pertama English Speech Competition se-Makassar. Wow…


Aku bisa berkomunikasi lagi dengan teman yang sudah lama tidak bertemu

Lalu muncul lagi situs jejaring sosial berbentuk burung biru –warna kesukaanku- yang imut. Ya, Aku tidak akan melewatkan Twitter yang membuatku bisa mengenal artis-artis favoritku dari twit-twit mereka. Istilah kerennya, Follow. Aku mem-Follow Avril Lavigne, tentunya. Ah, I’m so excited, sehingga akhirnya aku mencari twitter Justin Bieber, Miley Cyrus, Oprah Winfrey, dan so much more.

Internet juga memberiku kemudahan dalam mencari tugas-tugas kuliah. The best literature I’ve ever had. Pokoknya semua ada di sini. Lengkap dan mudah. Bagi aku dengan latar-belakang keluarga yang sederhana, membeli buku dengan harga jutaan rupiah hanya impian, tapi internet membuatku lebih pintar, lebih banyak tahu, dan lebih berwawasan. Hanya masuk disitus pencari favoritku, bang Google, aku bisa menemukan apapun yang kucari. Aku mendapatkan info-info terbaru dengan masuk ke situs koran online, aku bisa tahu album baru yang akan keluar dari artis-artis favoritku, aku bahkan bisa nonton di internet. Well, aku jadi update sekarang, tidak kuno seperti dulu. Hehehe..

Ini salah satu gambar yang di-tag temanku, Giswa, tentang cara meng-upgrade android di ponsel kita.



Dan yang membuatku lebih menyukai internet, ulang tahunku yang biasanya sepi, jadi ramai. Banyak teman yang mengucapkan selamat ulang tahun lewat facebook dan twitter. Doa-doa mereka berhamburan di wall-ku.

Here’s the pic

 

Aku bahkan bisa membantu temanku mempromosikan hamster yang dijualnya dengan memberi tag-tag kepada teman-teman FB-ku. Hihihi… banyak yang beli loh. Dan aku bisa belajar sedikit-sedikit gimana caranya berbisnis secara on-line dan saling bertukar e-mail.

 
Dengan eksis di internet, aku bisa lebih maju satu langkah dari diriku dulu yang kuper, culun, dan nggak up-date. Aku bisa tahu lebih banyak dan nggak sungkan lagi kalau harus berdiskusi dengan teman kuliah tentang apapun yang berbau teknologi informasi.

Well, postingan ini aku ikutkan dalam blog competition yang diadakan oleh AXIS. Bagi yang berminat ikutan, langsung saja log in kesini

Sudah semestinya kita melek internet dari dulu. Mudah-mudahan setiap rakyat Indonesia bisa menikmatinya seperti saya menikmatinya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Me and Mine Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea