Kamis, 27 Juni 2013

Relief, then Why I Can't Stop Crying...

Diposkan oleh Suci Mine di Kamis, Juni 27, 2013

gambar dari sini


Aku kira gosip yang dibikin teman-teman UKM kita itu hanya bualan dan perkataan sambil lalu. Aku tidak terlalu memikirkannya walaupun terkadang gosip itu menghampiriku saat ku ingin tidur. 

Aku tidak mempercayai gosip itu, AR. Mengingat bagaimana sikapmu kepadaku. Kita sering SMS-an malam-malam, walaupun itu hanya sekedar SMS joke. 

“Have a nice dreams.” Pesanmu suatu malam.

“Ok. Sleep tight. Nggak usah dibalas!” SMSku waktu itu.

Tapi kamu tetap membalas SMSku dan kita SMSan terus. Aku masih ingat, jam paling larut kita saling SMSan itu jam 5 subuh, AR. 

Kamu sering menjahiliku, ya aku tahu, kamu juga sering menjahili orang lain, tapi tidak seintens kejahilanmu padaku. Kamu mengajariku main gitar, alat musik yang sangat ingin bisa kumainkan dengan lagu Fall For You-nya Secondhand Serenade.
Kamu ahlinya. Dan aku sangat senang dengan semua keakraban kita.

Tapi dari Sari aku mengetahui perasaanmu kepada teman pertama di UKM kita itu, AR. Sari membaca kotak masukmu yang tertuju untuk dia. 

“Kita kan sodara. Squad itu bersaudara.” SMS Riri di hapemu.

Dan di pesan terkirimmu tertulis, “Aku nggak mau jadi saudara Riri. Aku mau lebih dari saudara.”

Tahukah kamu, AR, aku mendengar cerita Sari sambil tersenyum dan menggumam, “Mungkin gosip itu benar.” Dan hatiku perih.

Aku juga tahu dari Sari kalau kamu pernah mengantar Riri pulang sampai di Gowa. Jarak basecamp dan Gowa itu sangat jauh, dan kamu mengantarnya pulang malam-malam. Kamu sangat khawatir ya padanya?

Aku iri, AR. Aku berpikir, seandainya aku tidak bawa motor kemana-mana, apa kamu juga akan mengantarku pulang? Mungkin tidak kalau Riri juga berada di sampingku. Kau pasti lebih memilih dia daripada menjahiliku, ya kan?

Aku berusaha menepis gosip itu dan membayangkan kau juga memiliki perasaan yang sama padaku, AR. Sungguh. Tapi aku tidak akan melakukan tingkah bodoh itu lagi. Terlebih saat Sari cerita bagaimana kau memohon-mohon padanya untuk menemanimu pergi bertamu di rumah Riri, padahal itu sudah larut, jam 10 malam adalah jam abnormal datang ke rumah orang hanya untuk menanyakan kabar.

“Mungkin AR kangen kali sama Riri,” jawabku. Sungguh aku berharap suaraku tidak terdengar getir. Ya, kamu pasti sangat merindukan Riri, AR.

Sari tidak tahu perasaanku padamu saat itu, AR. Dia menceritakannya karena aku, secara tidak kentara, berhasil mengorek informasi darinya yang sangat akrab denganmu tanpa harus curhat dan memberi tahu perasaanku yang sejujurnya kepadamu.

Aku selalu merasa ragu. Tapi setidaknya aku merasa lega, AR. Walaupun sampai di rumah aku langsung menangis karena rasaku bertepuk sebelah tangan. Tidak apa-apa, AR. Sungguh. Kita tetap bisa menjadi teman. Tapi jangan salahkan aku kalau kau sudah melewatkan seseorang yang betul-betul tulus.

23 komentar:

Annesya mengatakan...

puk2 suci...

#speechles

Suci Mine mengatakan...

@Annesya : iya mbak, asal jgn pak2 aja, itu namanya ditampar... hehe ^_^

Annesya mengatakan...

hihihihi,,,
iya byk typho udah kubenerin di file aslinya. udah ngantuk2 nulisnyeee

Suci Mine mengatakan...

@Annesya : iya ngerti kok, kan mbak Nes sibuk nyari duit buak makan anak cucu jadi jarang bobo... hehehe *becanda doang* ^_^

octarezka mengatakan...

wah saya lagi baca curhatan, :D

kuat juga nih bisa cerita perasaan pribadi dan dipublish *salut*

Annesya mengatakan...

maklum sudah tua... hahahaha....

sudah ada lanjutannya tuuuu

Suci Mine mengatakan...

@octarezka : harus kuat... sama siapa lagi saya cerita... huhuhuhu

@Annesya : hihihi... aku sudah baca yang 10.X baru baca komen ini... ditunggu yang 11.X sampai tamat mbak...

Rakyan Widhowati Tanjung mengatakan...

cinta dalam hati ya mbak :')

Annesya mengatakan...

heee kau kok ngebiarin adekmu baca yg ada ciumannya. kakak macam apa kau *plak

sudah ada yg 11. x loooh

Suci Mine mengatakan...

@Rakyan : iya mbak... hu-uh...

@Annesya : hehehe... adikku itu umurnya udah dua puluh tahun, udah tahu yang begituan, kalau ditutp2i justru dia makin penasaran mbak, jadi saya jelaskan saja, "Dewi, jangan lakukan itu pada cowokmu. lakukan pada orang yang tepat, yaitu suamimu." ^_^

Annesya mengatakan...

dikirim ke penerbit ntar kalau udah jadi. ini masih belum jadi kok...
kau sebegitu sedihnya sama lonceng angin ya. maaf yaaa
haiya, nasihat kau ke adik kau luar biasa hahahaha.

Suci Mine mengatakan...

@Annesya : iya, permintaan maap diterima... ^_^ asal kalau udah jadi buku, saya orang pertama yang dikirimkan novel plus ttd penulisnya, hayo... hehehe

Annesya mengatakan...

hahaha bisa diatur...

ceilah, hobi kau menyiksa peran utama cowoknya...

biasanya karakter banyak orang diblender jadi satu say, supaya jadi unik

Della mengatakan...

AR, kamu gk tau sebesar apa kerugianmu. Ck ck ck..

Della mengatakan...

Jadi inget novel Juara Unggulan Sayembara Novel DKJ 2012 yang lagi aku baca, Ci. Intinya sama kayak gini, cinta sama sahabat tapi dipendam aja. Judulnya Surat Panjang tentang Jarak Kita yang Jutaan Tahun Cahaya.
Bagus novelnya :)

novi rahantan mengatakan...

Aku juga pernah loh ngerasain yg kayak gini...

Kepada cowok yg mungkin baik hati dan perhatian, suka mengharap lebih...

RheY mengatakan...

bertepuk sebalh tangan memang selalu bikin nyeseek....
btw, salam kenal suci...:)

Lita mengatakan...

Suciiii... Gak bisa komen apa pun yang menghibur, kecuali, move forward... Come on!

Suci Mine mengatakan...

@Annesya : hobi saya... hihihi, soalx dikehidupan saya, saya yg suka disiksa... *pasang tampang memelas*
eh, janji ya Mbak NES?! ^_^

@Della : masa sih mbak? sy belum baca, hehehe ^_^

@novi : kpn nov? kita senasib.. huhuhu

Suci Mine mengatakan...


@Rhey : nyesek sampai ke sumsum tulang belakang, Rhey...
btw, salam kenal juga rhey... ^_^

@Lita :iya, ganbatte, harus move on... ^_^

/uzayzie mengatakan...

Kalau kita menyukai orang lain, maka tidak otomatis orang itu menyukai kita.
Jangan egois, jangan GR.

-Tere Liye

Suci Mine mengatakan...

@uzayzie : I'm trying it, okay?

Ulfah mengatakan...

Baru nemu post Mbak Suci yang ini. Sumpah sedih banget. Akhirnya si AR malah sama yang lain. Padahal aku berdoanya Mbak sama si AR pada akhirnya bisa jadian. But that's life. Aku tau Mbak Suci orang yang tegar (tapi bukan Rossa). Semoga menemukan yang lebih baik yah Mbak cantik :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Me and Mine Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea